Pages

Minggu, 27 Januari 2013

ips tentang negara kamboja

         

Nama Resmi  
:
Kerajaan Kamboja   
Luas Wilayah
:
181.035 km2
Pembagian Wilayah  
:
24 Propinsi
Bentuk Negara       
:
Kerajaan Konstitusional
Ibukota 
:
Phnom Penh
Jumlah Penduduk
:
14,5 juta (2010)
Iklim
:
Tropis
Agama
:
90% budha Theravada, 10% lainnya
Etnis 
:
90% Khmer, Vietnam 5%, China 1%, lainnya 4% (islam)
Bahasa Nasional
:
Khmer
Tahun Merdeka
:
1953
















Lagu Nasional
:
Nokor Reach
Bendera
:
Didominasi warna merah dan biru dengan gambar
Candi Angkor di tengahnya
Hari Nasional
:
9 November
Mata Uang
:
Riel (dalam transaksi sehari-hari Kamboja memiliki
kebijakan terbuka untuk mata uang asing seperti USD, Baht Thailand atau Dong Vietnam). USD paling luas dipakai dibanding mata uang lainnya.
GDP  
:
US$ 12,5 milyar (2011)
Pertumbuhan Ekonomi
:
7,8% (2011)
GDP per kapita
:
US$ 874 (2011)
Inflasi
:
5,2% (2011)
Investasi
:
US$ 6,87 milyar (2011)
Komoditas Ekspor utama
:
Pakaian jadi, sepatu, karet, beras,kedelai, tembakau dan produk pertanian.
Partner Ekspor utama  
:
US, China, Negara-Negara EU, Vietnam dan Thailand.
Komoditas Impor utama 
:
Produk petrolium, rokok, kertas, kendaraan, emas,
textil, semen, besi, bahan bangunan,  MSG, alat
pertanian, construction material, obat-obatan, pupuk dan produk farmasi.
Partner Impor terbesar
:
Thailand, Hong Kong, Cina, Singapura, Vietnam,   Taiwan, India, Prancis, Malaysia, Korea Selatan.
Kamboja bekerja sama dan menjadi anggota pada Organisasi Internasional yaitu: ADB, Donors, EU, ICRC, UN, UNDP, UNESCO, UNHCR, UNICEF, WFP, WHO.
HUBUNGAN BILATERAL
Sejarah Singkat Hubungan Indonesia dan Kamboja
Indonesia dan Kamboja telah lama menjalin hubungan yang akrab, bersahabat dan bersejarah. Kedua negara menjalin hubungan sosial budaya sejak abad ke-9 dan ke-10 pada masa Dinasti Syailendra berkuasa pada jaman Kerajaan Mataram di Jawa dan Dinasti Jayawarman II pada masa Kerajaan Angkor di Kamboja. Candi Borobudur di Jawa yang selesai dibangun pada awal abad ke-9 sering dianggap mempunyai pertalian budaya dengan Candi Angkor Wat yang dibangun pada abad ke-12.
Presiden RI Sukarno pertama kali bertemu Pangeran Norodom Sihanouk pada saat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955. Pada bulan Maret 1962, Indonesia mengirim Mayor Jenderal (Purn) Abdul Karim Rasyid sebagai Duta Besar RI Pertama untuk Kamboja.
Hubungan bilateral Indonesia-Kamboja sangat baik di berbagai bidang. Kamboja dalam berbagai hal menempatkan Indonesia sebagai contoh model dalam pembangunan negaranya.

Kerjasama Sosial dan Budaya
Pemerintah RI memberikan beasiswa pendidikan dan budaya kepada Kamboja. Indonesia dan Kamboja telah menandatangani Perjanjian Bebas Visa Kunjungan Singkat untuk pemegang paspor biasa pada tanggal 2 Juni 2010. Perjanjian ini secara resmi mulai berlaku pada tanggal 22 September 2011.
Jumlah kunjungan wisata, pelajar Kamboja ke Indonesia rata-rata perbulan sebanyak 30 orang, dengan klasifikasi sbb: kunjungan Sosbud 40%, wisata 40%, bisnis 15%, dan pendidikan/training 5% (Sumber Diplomasi Publik 2011, Kemlu).
Untuk mempromosikan Bahasa Indonesia dan Seni Budaya Indonesia di Kamboja Pusat Budaya Indonesia didirikan pada tanggal 18 Desember 2007. Kerja sama Indonesia-Kamboja di bidang kebudayaan antara lain didasarkan pada MOU on Sister Temple Cooperation. Melalui MOU ini, kedua Negara telah sepakat untuk melaksanakan joint promotion yaitu upaya promosi bersama untuk mendorong wisatawan Indonesia berkunjung ke Candi Angkor Wat di Propinsi Siem Reap, Kamboja, dan wisatawan Kamboja mengunjungi Candi Borobudur di Propinsi Jawa Tengah.
Sejak bulan September 2011, beberapa negara anggota ASEAN, termasuk Kamboja, terkena imbas bencana banjir yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian ekonomi, sosial serta lingkungan. Sebagai bentuk kepedulian dan simpati, bantuan dana sebesar USD 400.000,- diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada pemerintah dan rakyat Kamboja.
Jumlah WNI di Kamboja (terdaftar) per Maret 2012 sebanyak 512 orang yang tersebar di beberapa kota dan propinsi di Kamboja. Konsentrasi WNI terbanyak berada di Phnom Penh (sekitar 300 orang) (Sumber Lapbul KBRI Phnom Penh).
WNI di Kamboja pada umumnya adalah skilled workers yang bekerja di berbagai bidang, seperti bidang organisasi internasional, LSM, perhotelan, perusahaan properti, telekomunikasi, obat, wiraswasta (restoran), Hotel dan Kasino, Missionaris, pengajar.



Serba-Serbi Seputar Kamboja: Profil Negara / Keterangan Dasar Kerajaan Kamboja


LIHAT PROFIL NEGARA MALAYSIA KLIK DISINI 

0 komentar:

Posting Komentar