Kamboja
bekerja sama dan menjadi anggota pada Organisasi Internasional yaitu: ADB, Donors, EU, ICRC, UN, UNDP, UNESCO,
UNHCR, UNICEF, WFP, WHO.
HUBUNGAN BILATERAL
Sejarah
Singkat Hubungan Indonesia dan Kamboja
Indonesia dan Kamboja
telah lama menjalin hubungan yang akrab, bersahabat dan bersejarah. Kedua
negara menjalin hubungan sosial budaya sejak abad ke-9 dan ke-10 pada masa
Dinasti Syailendra berkuasa pada jaman Kerajaan Mataram di Jawa dan Dinasti
Jayawarman II pada masa Kerajaan Angkor di Kamboja. Candi Borobudur di Jawa
yang selesai dibangun pada awal abad ke-9 sering dianggap mempunyai pertalian
budaya dengan Candi Angkor Wat yang dibangun pada abad ke-12.
Presiden RI Sukarno
pertama kali bertemu Pangeran Norodom Sihanouk pada saat berlangsungnya
Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955. Pada bulan Maret 1962, Indonesia
mengirim Mayor Jenderal (Purn) Abdul Karim Rasyid sebagai Duta Besar RI Pertama
untuk Kamboja.
Hubungan bilateral Indonesia-Kamboja
sangat baik di berbagai bidang. Kamboja dalam berbagai hal menempatkan
Indonesia sebagai contoh model dalam pembangunan negaranya.
Kerjasama Sosial dan Budaya
Pemerintah RI memberikan
beasiswa pendidikan dan budaya kepada Kamboja. Indonesia dan Kamboja telah
menandatangani Perjanjian Bebas Visa Kunjungan Singkat untuk pemegang paspor
biasa pada tanggal 2 Juni 2010. Perjanjian ini secara resmi mulai berlaku pada
tanggal 22 September 2011.
Jumlah kunjungan wisata,
pelajar Kamboja ke Indonesia rata-rata perbulan sebanyak 30 orang, dengan
klasifikasi sbb: kunjungan Sosbud 40%, wisata 40%, bisnis 15%, dan pendidikan/training
5% (Sumber Diplomasi Publik 2011, Kemlu).
Untuk mempromosikan
Bahasa Indonesia dan Seni Budaya Indonesia di Kamboja Pusat Budaya Indonesia
didirikan pada tanggal 18 Desember 2007. Kerja sama Indonesia-Kamboja di bidang
kebudayaan antara lain didasarkan pada MOU
on Sister Temple Cooperation. Melalui MOU ini, kedua Negara telah sepakat
untuk melaksanakan joint promotion
yaitu upaya promosi bersama untuk mendorong wisatawan Indonesia berkunjung ke
Candi Angkor Wat di Propinsi Siem Reap, Kamboja, dan wisatawan Kamboja
mengunjungi Candi Borobudur di Propinsi Jawa Tengah.
Sejak bulan September
2011, beberapa negara anggota ASEAN, termasuk Kamboja, terkena imbas bencana
banjir yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian ekonomi, sosial serta
lingkungan. Sebagai bentuk kepedulian dan simpati, bantuan dana sebesar USD
400.000,- diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada pemerintah dan rakyat
Kamboja.
Jumlah WNI di Kamboja
(terdaftar) per Maret 2012 sebanyak 512 orang yang tersebar di beberapa kota
dan propinsi di Kamboja. Konsentrasi WNI terbanyak berada di Phnom Penh
(sekitar 300 orang) (Sumber Lapbul KBRI Phnom Penh).
WNI di Kamboja pada
umumnya adalah skilled workers yang
bekerja di berbagai bidang, seperti bidang organisasi internasional, LSM,
perhotelan, perusahaan properti, telekomunikasi, obat, wiraswasta (restoran),
Hotel dan Kasino, Missionaris, pengajar.
Serba-Serbi Seputar Kamboja: Profil Negara / Keterangan Dasar Kerajaan Kamboja
LIHAT PROFIL NEGARA MALAYSIA KLIK DISINI
0 komentar:
Posting Komentar